Pas SMA, pengen cepat cepat kuliah. Pas Kuliah, pengen cepat cepat lulus biar bisa kerja. Kebayangnya nanti jadi kakak kakak yang kerja di gedung tinggi, yang berangkat pagi pakai outfit kece, terus pulangnya masih bisa ngegym atau pilates, gak lupa storynya “Tetap work life balance dong”. Terus malam minggunya, nongkrong sama teman nikmatin hari minggu yang 8 jam legi menuju hari senin.
Tapi kenyataannya? Gak semudah itu. Setelah wisuda selesai, kamu mulai kepikiran “Habis ini ngapain ya?”, “Ini udah ke-100 kali ngirim cv ke HRD tapi belum ada info selanjutnya nih”, “Kok teman teman udah pada diterima kerja, aku kok belum sih?” Dulu yang ditunggu tunggu adalah hari kelulusan, hari dimana berhasil menyelesaikan studi selama 4 tahun dengan memuaskan. Sekarang, justru hari setelah lulus membuat kepala makin overthingking. Rasanya seperti krisis identitas dan gak punya jalan ke depannya. Apalagi kalau saat pertemuan keluarga, tante tante judes yang siap membanding bandingkan dirimu dengan anaknya yang sudah PNS, yang sudah jadi manager atau yang sudah jadi entrepreneur yang sukses. Sedangkan kamu? Masih sibuk revisi CV, kirim lamaran ke sana-sini, atau bahkan masih bingung mau mulai dari mana.
Kalau kamu lagi ngerasain hal ini, tenang saja. Kamu nggak sendirian. Jangan sampai rasa takutmu membuat kamu menyerah. Nah, sebelum overthingking terlalu jauh, yuk kita bahas lebih dalam ketakutan yang sering dialami fresh graduate beserta tips untuk mengatasinya!

Inilah 5 Ketakutan Fresh Graduate yang bikin Overthingking!
“Stop bandingin hidup kamu sama orang lain, timeline kita itu beda beda! ” – Merry Riana, Motivator asal Indonesia.
Berikut Kira-kira Lima ketakutan yang paling sering menghantui fresh graduate bahkan tidak sedikit dari mereka yang sampai gak napsu makan dan gak bisa tidur lho.
1. Selalu ngebandingin diri mereka dengan teman seangkatan
Lihat orang lain hebat dari kita itu gak ada habisnya. Kalau cuma lihat dari media sosial, kamu hanya lihat enaknya doang. Media sosial tuh buat kelihatannya pencapaian orang lain itu instan dan gampang banget didapatin. Ada yang langsung kerja di perusahaan besar, ada yang langsung jadi manager, ada yang lanjut S2 dan ada yang langsung buka bisnis dari modal orang tuanya. Sedangkan kita? Tiap hari rebahan sambil overthingking “Kapan berakhir nih menjadi pengangguran?”. Padahal kita gak tau sudah berapa kali mereka ditolak, berapa malam mereka begadang belajar, atau berapa kali mereka gagal sebelum akhirnya berhasil.
2. Masih kurangnya pengalaman dunia kerja nyata
“Perusahaan maunya yang udah punya pengalaman, sedangkan gue masih fresh graduate”. Pernyataan ini sering banget dilontarkan oleh para fresh graduate dan bahkan menjadi hal yang paling disesali. “Harusnya aku pas kuliah gak jadi mahasiswa kupu kupu doang. Harusnya aku aktif nyari pengalam organisasi dan magang”. Banyak banget yang jadi nggak percaya diri karena belum pernah magang, cuma sekali doang jadi panitia organisasi, nggak punya sertifikat atau belum punya portofolio yang bisa ditunjukkan ke recruiter. Padahal, semua orang sudah pasti mulai dari 0. Perusahaan juga memahami bahwa tidak semua lulusan punya pengalaman kerja yang panjang.
3. Hilangnya Struktur yang terarah
Dari SD, kita punya struktur yang jelas yaitu harus selesaiin sekolah dengan baik selama 6 tahun. Naik ke SMP, kita berkomitmen untuk mentutaskan tiga tahun dengan sempurna. Naik ke SMA, kita punya struktur lebih jelas lagi terutama yang kejar PTN terbaik. Lanjut ke perkuliahan, semua hidup kita sudah ditentukan mulai dari jadwal, target, IPK, dan waktu kelulusan. Sedangkan setelah jadi fresh graduate, kita gak punya peta yang pasti. Kita hidup di kehidupan yang arahnya gak jelas dan gak ada yang nentuin arahnya selain diri kita. Gak ada timeline yang harus kita ikuti dan gak ada deadline yang nentuin alur kegiatan kita lagi.
4. Terlalu takut untuk memulai
Setiap liat ada lowongan kerja, pasti mikirnya “Gak mungkin bisa keterima” atau “Perusahaan kecil pasti gajinya UMR doang” atau “Proses seleksinya ribet”. Takut salah mengambil langkah pertama dan terus terjebak di pekerjaan yang tidak sesuai passion. Ini adalah keresahan yang pasti dialami semua fresh graduate di belahan dunia manapun. Tapi kalau kamu gak pernah siap, terus kapan kamu bakal siap? Sampai nganggur bertahun tahun baru kamu siap?
5. Bingung Passionnya dimana
Banyak banget fresh graduate yang merasa passion mereka tidak sesuai dengan bangku perkuliahan. Terus gimana caranya berkarir di jurusa lain sedangkan perusahaan melakukan background check dari jurusan kuliah? Bener gak? Faktanya, gak semua perusahaan mewajibkan kandidat bekerja sesuai jurusan kuliahnya. Memang ada beberapa profesi tertentu yang mengharuskan latar belakang pendidikan yang spesifik. Namun untuk posisi yang mengandalkan kreativitas, pengalaman dan kemauan belajar kamu yang menjadi pertimbangan yang jauh lebih penting.
Tips Buat Para Fresh Graduate
Jangan pernah membandingkan prosesmu dengan orang lain. Memang rasanya sedih banget liat orang lain udah keterima di perusahaan yang kita impikan. Tapi ingat bahwa setiap orang punya titik awalnya sendiri dan perjalanan yang berbeda. Kalau kamu merasa nggak percaya diri, coba untuk ikuti banyak freelance, perbanyak portofolio kamu dan ikuti sertifikasi yang sekiranya bisa mendukung kamu dalam pekerjaan yang kamu impikan. Daripada sibuk scrolling lihat pencapaian orang, coba gunain waktu kamu untuk tingkatin skill. Jadi nikmati prosesnya,upgrade diri dan ingat bahwa setiap orang punya jalan suksesnya masing-masing.











