Generasi Z nih selalu dicap sebagai generasi yang gak peduli terhadap dunia politik, dinilai cuek, tidak tertarik dengan isu pemerintahan, bahkan disebut lebih sibuk dengan tiktok, tren terbaru dan kehidupan di media sosial. Tapi apakah stigma itu benar benar gambarin Gen Z secara keseluruhan?

Di era sekarang yang semuanya sisa scroll tiktok, masa sih gen Z gak peduli soal politik? Justru di era sekarang, politik makin dekat dengan kehidupan gen Z. Banyak pejabat politik yang membangun citra mereka lewat konten di media sosial, sharing mengenai program kerja mereka yang melakukan blusukan di daerah terpencil. Namun, banyak informasi tersebur juga membuat gen z merasa lelah, skeptis, bahkan muak dengan drama politik yang terus bermunculan

Kalau penasaran apakah gen z benar benar apatis terhadap politik atau mereka sudah tidak lagi tertarik, yuk simak artikel ini lebih dalam.

Faktanya Gimana?

Generasi sebelumnya menilai Gen Z jauh dari dunia politik di kehidupan sehari hari mereka, seolah olah Politik tidak berdampak besar dalam kehidupan realistis mereka. 

Faktanya bahwa Gen Z tuh apatis terhadap politik sepertinya perlu diteliti lebih dalam. Berbagai studi justru menunjukkan bahwa Gen Z sebenarnya punya ketertarikan yang besar terhadap isu politik, hanya saja masih banyak rasa ketidakpercayaan terhadap sistem yang ditampilkan di media sosial dengan kenyataanya serta masih ada asumsi bahwa suara Gen Z belum benar benar didengar.  Di platform medsos khususnya di X dan Tiktok, Gen Z berani berdiskusi untuk membahas isu kebijakan, mengkritisi keputusan pemerintah sampai mengorganisasi gerakan sosial. Gen Z menggunakan media sosial untuk tempat mereka menyuarakan pendapat agar suara mereka bisa menarik perhatian luas dan mempengaruhi perubahan kebijakan politik. 

Jadi dari sisi mana Gen Z apatis terhadap politik? 

Gen Z tuh sebenarnya peduli, hanya saja cara mengekspresikannya itu berbeda. Kalau Generasi sebelumnya lebih senang mengekspresikannya dengan membentuk organisasi atau partai politik. Kalau Gen Z beda lagi, mereka lebih memilih cara yang lebih fleksibel, tepat dan cepat.Contohnya lewat diskusi di kolom komentar.  Menurut mereka, mereka tidak harus datang ke forum politik, ngikutin organisasi atau aktif dalam diskusi formal. Mereka lebih senang saling balas pesan di kolom komentar pakai nada satir, meme atau humor sinis. Kok gak mau masuk dalam organisasi formal? Ya, karena bagi mereka sistem politik formal tuh kayak klub eksklusif yang jauh banget dari keseharian mereka yang lebih senang scroll sosial media. 

Politik yang terlalu banyak drama bikin muak?

Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan gen z dicap muak dengan politik, ya karena banyak sekali isu politik dengan segala drama-nya yang membuat mereka merasa lelah. Bukan gak peduli, cuman gen z gak mau terlibat perdebatan saling serang antar pendukung hingga berbagai kontroversi yang muncul. Itu membuat mereka muak dan jauh dari pendekatan politik. Namun di balik rasa muak itu, sebenarnya masih ada secercah harapan pada pemerintahan. Gen Z tetap menginginkan pemimpin yang mampu membawa perubahan, membuka peluang untuk entreprenuer sukses dan memberikan pendidikan yang layak.ย 

Jadi bukan Gen Z muak dengan politiknya tetapi muak dengan drama dan cara politik itu ditampilkan. Mereka tetap punya harapan, namun tidak ingin harapan itu selalu berkaitan dengan konflik yang tidak ada habisnya. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About

SeputarGenz.id adalah media digital buat anak muda yang pengen tetap update soal tren, lifestyle, teknologi, hiburan, edukasi, sampai topik yang lagi rame dibahas Gen Z.

Kontennya dikemas dengan bahasa yang santai, relate, dan gampang dipahami, jadi nggak berasa kayak baca berita yang terlalu formal. Cocok buat kamu yang suka cari informasi, inspirasi, dan insight baru seputar dunia anak muda masa kini.

Tags

Gallery