“Dek, kalau kuliah ki to, jangan ki cuma kuliah pulang kuliah pulang. Ikut ki organisasi dek, disitu mi itu na latih leadership ta sama cara ta public speaking.”

Kalimat seperti ini mungkin udah sering banget kita denger. Entah dari orangtua, kakak tingkat sampai teman yang sudah lebih dulu aktif di kampus. Sejak awal kuliah, kita selalu didoktrin dari orang sekitar kita bahwa kuliah tuh jangan cuma pulang pergi aja tetapi harus aktif ikut organisasi dan kepanitiaan. 

Bahkan ada yang sampai bilang : 

“Kalau cuma kuliah pulang kuliah pulang, mending gak usah kuliah deh, ngabisin duit orang tua ajah”

Akhirnya kita tanpa sadar menganggap mahasiswa yang keren tuh yang punya banyak pengalaman organisasi, punya banyak pengalaman kepanitian dan rela rapat sampai malam hari. Padahal, benarkah begitu? Apa benar mahasiswa yang aktif organisasi pasti lebih menarik di mata HRD? Atau jangan jangan mahasiswa kuliah pulang kuliah pulang dengan ipk tinggi justru lebih dilirik oleh HRD?

Kalau kamu calon maba, yuk simak artikel ini lebih dalam biar kamu tahu apa langkah selanjutnya yang terbaik di dunia perkuliahan!

Kupu – Kupu Juga Bisa Punya Nilai Jual lho!

Kalau Jadi Mahasiwa kupu-kupu tuh otomatis kalah ya?

Ya Gak juga. Tergantung gimana cara kamu menjadi mahasiswa kupu-kupu. Kalau jadi mahasiswa kupu-kupu, yang kuliah pulang kuliah pulang dan gak mikirin IPK, terus juga gak mikirn cara upgrade diri dari ngikutin lomba lomba dan gak nyari pengalaman magang/freelance. Ya udah pasti kamu kalah besar dari mahasiwa kura kura yang aktif banget organisasi, yang sibuk nyari pengalaman dan relasi di luar jam kuliah. 

Banyak banget mahasiswa yang salah mengartikan kata “Kuliah pulang Kuliah Pulang”, mereka menganggap yang terpenting tuh gak bolos kuliah dan gak telat masuk kuliah. Padahal untuk bisa menarik di mata HRD, kamu harus punya berbagai skill dan pengalaman yang siap untuk kebutuhan dunia kerja. 

Misalnya kamu sebagai mahasiswa setelah pulang kuliah atau di sela sela waktu bisa sambil ngejalanin bisnis kecil kecilan. Atau coba ngambil job freelancer desain, event organizer, content writer sampai jadi affiliator juga boleh lho. Nyari pengalaman bukan cuma dari organisasi, kamu bisa ngikutin lomba lomba yang sesuai dengan jurusan kamu. Kalau kamu jurusan bisnis, kamu bisa ngikutin lomba business case soalnya lomba ini tuh ngelatih pola pikir kamu dan problem solving kamu. 

Jadi meski kamu gak punya banyak pengalaman organisasi, kamu juga tetap bisa memiliki kemampuan yang relevan dengan dunia kerja. Yang penting bukan seberapa sibuk kamu selama kuliah tetapi apa yang berhasil kamu bangun dari kesibukan itu.

HRD Sebenarnya nyari yang gimana sih?

Ketika memasuki dunia kerja, perusahaan bukan nyari yang udah pernah ikut organiasi atau tidak. Tetapi HRD mencari mahasiswa yang mempunyai banyak pengalaman baik itu organiasi, magang, lomba, sertifikat,  freelance maupun bisnis. Pengalaman organisasi memang menjadi salah satu cara menunjukkan bahwa kamu capable dan sudah terbiasa berkerja sama dengan tim. Diikuti juga dengan internship, freelance,proyek, kompetisi dan bisnis.

Jadi “Mending Jadi Kupu-kupu atau Kura-kura?”

Jawabannya tidak ada yang otomatis lebih menarik. Sebab pada akhirnya bukan label kupu kupu atau kura kura yang akan kamu bawa dalam dunia kerja tetapi skill, pengalaman, pencapaian dan cerita tentang bagaimana kamu memanfaatkan 4 tahun kuliahmu menjadi alat kamu berkembang.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About

SeputarGenz.id adalah media digital buat anak muda yang pengen tetap update soal tren, lifestyle, teknologi, hiburan, edukasi, sampai topik yang lagi rame dibahas Gen Z.

Kontennya dikemas dengan bahasa yang santai, relate, dan gampang dipahami, jadi nggak berasa kayak baca berita yang terlalu formal. Cocok buat kamu yang suka cari informasi, inspirasi, dan insight baru seputar dunia anak muda masa kini.

Tags

Gallery