Gen Z semua, jawab gue. Hidup udah seserius ini ya guys? Kita udah bukan anak kecil lagi lho. Hidup udah mulai serius ternyata. Perasaan dulu bingungnya tuh cuma perihal mending lanjut tidur lagi dan pakai jatah bolos, atau bangun cepat dari tempat tidur dan siap siap sekarang juga. 

Tapi Sekarang?

Kita Gen Z yang anak kecil ini udah ditanyain “Setelah lulus mau ngapain?” Nah pertanyaan yang kayak gini tuh rasanya sama menakutkannya dengan pertanyaan mama setelah pulang sekolah “Tupperware kamu mana?”. Sadis, menusuk dan gak tau mau jawab apa. Apalagi setelah rasanya kita udah melewati semester demi semester, tugas yang nggak ada habisnya, revisi, skripsi, sampai akhirnya bisa lulus S1. Kita mungkin berpikir perjuangan udah selesai. 

Nyatanya, belum bestie. Lulus S1 tuh awal dari hidup udah mulai serius. Setelah toga dilepas, muncul satu pertanyaan yang cukup bikin kepala pusing:

Mau lanjut S2 atau mulai cari kerja? Di satu sisi lanjut S2 terdengar keren, bisa perdalam ilmu, bisa perluas koneksi dan bisa menepis pertanyaan julid tante kita “Kamu udah dapat kerja belum?”. Soalnya kita bisa jawab “Aku lagi S2 tante”. Tapi di sisi lain juga punya mimpi besar untuk kerja di perusahaan impian dengan gedung kantor yang tinggi dan kita jadi mbak SCBD yang kerja di gedung-gedung tinggi itu. Ada keinginan besar untuk bisa nyari duit sendiri tanpa nyusahin orang tua lagi.

Belum kalau lihat teman teman di postingan linkedln udah pada update pekerjaan mereka. Ada yang udah upload foto first day mereka kerja, pamer id card kantor, gaji pertama merrka dan ada yang tiba tiba udah bisa traktir temen. Sedangkan kita masih sibuk minta uang jajan sama orangtua kita. Bahkan untuk lanjut S2, masih dibiayain sama papa mama. Bener gak?

Tenang, kalau kamu sedang berada di fase ini, Kamu Nggak sendirian. Yuk simak artikel ini lebih dalam biar kamu tahu plus-minus lanjut S2 dan kerja setelah lulus S1. Siapa tahu pilihan orang lain yang kelihatannya menarik di mata kamu belum tentu menjadi pilihan yang tepat buat kamu.

Plus – Minus Lanjut S2 

Semua pilihan ada kekurangan dan kelebihannya. Gak ada pilihan di dunia ini yang selalu hanya positif, pasti ada negatif yang menjadi efek dari pilihan itu. Hanya saja presentase positif dan negatif yang membedakannya. Lanjut Magister  memang kelihatan keren, memberikan kamu citra positif sebagai seseorang yang tidak berhenti untuk terus belajar. S2 membantu kamu melatih kemampuan riset kamu, analisis kritis dan cara memesahkan masalah yang lebih kompleks. Saat S2 kamu akan belajar lebih banyak praktikal dibanding teori sebab memang saat S1 kamu diajak untuk memahami teori dasar terlebih dahulu. S2 membantu kamu meningkatkan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja maka gak heran kebanyakan yang mengambil S2 itu karyawan atau manager di sebuah perusahaan. S2 Juga bisa membantu kamu membangun jaringan profesional yang lebih luas sebab di S2 kamu akan bertemu banyak dengan dosen, manager, pebisnis, pejabat pemerintahan dan sebagainya. Jaringan ini sangat penting untuk membantu kamu dalam peluang kerja kedepannya. 

Namun, ketika kamu mengambil S2 kamu memang bisa punya pendidikan yang tinggi tapi kamu juga sayangnya belum paham bagaimana teori itu bisa diterapkan di dunia kerja. Beberapa posisi di perusahaan lebih mempertimbangkan pengalaman daripada sekedar gelar.  Banyak juga yang mengambil S2 tuh hanya sebagai pelarian agar gak dijuluki pengangguran. Yang jadi masalah kalau kamu menjadikan alasan itu untuk mengambil S2. Padahal S2, bukan sekedar tempat untuk menunda kehidupan. Jadi, init masalahnya bukan jangan langsung S2 tetapi jika memang S2 adalah goal kamu, kamu harus tau kenapa kamu ingin mengambilnya dan apakah S2 bisa membantu kamu dalam perencanaan karir kedepannya

Plus – Minus Langsung Kerja

Langsung kerja membantu kamu mendapatkan pengalaman kerja yang sebelumnya belum pernah kamu dapatkan di perkuliahan. Kamu belajar caranya komunikasi, cara hadapin situasi real, cara mengontrol stress kerja dan berbagai pelajaran hidup lainnya yang bisa didapatin dari dunia kerja. Kamu bisa langsung praktikin ilmu yang kamu dapatin di S1 dan ilmu itu yang menjadi bekal kamu dalam menekuni pekerjaan tersebut. Selain pengalaman kerja, kamu juga menjadi bisa mengenali diri kamu sendiri yang sebelumnya belum pernah kamu kenal. Di pekerjaan, kita dituntut mengambil sikap dari berbagai sisi mulai dari leadership, teamwork sampai pengelolaan kesehatan mental kamu. Langsung kerja membuat kamu paham mana lingkungan kerja yang cocok, gaya kerja kamu tuh gimana, sampai bidang apa yang rasanya cocok banget atau malah nggak cocok sama sekali.

Setelah bertahun tahun juga menjadi mahasiswa yang bergantung sama orang tua, sekarang kamu udah bisa dapatin gaji pertama kamu sambil nikmatin buat diri sendiri dan keluarga. Sayangnya semua pilihan pasti ada minusnya. Langsung kerja bisa membuat kamu sedikit tertekan sebab banyak culture shock yang kamu dapatkan. Dulu kuliah gak ada tekanan yang keras tetapi sejak kerja kamu akan sering mendapat tekanan dari atasan, target pekerjaan dan belum lagi kalau rekan kerja dengan karakter yang berbeda. 

Di titik ini, jangan mulai membandingkan timeline hidup. Karena setelah lulus S1, yang paling penting bukan siapa yang paling cepat melangkah tetapi bagaimana kamu berproses untuk semakin lebih baik dari hari kemarin. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About

SeputarGenz.id adalah media digital buat anak muda yang pengen tetap update soal tren, lifestyle, teknologi, hiburan, edukasi, sampai topik yang lagi rame dibahas Gen Z.

Kontennya dikemas dengan bahasa yang santai, relate, dan gampang dipahami, jadi nggak berasa kayak baca berita yang terlalu formal. Cocok buat kamu yang suka cari informasi, inspirasi, dan insight baru seputar dunia anak muda masa kini.

Tags

Gallery