Pada panik kan? Ngaku gak lo gen z sekarang kalian tuh semua pada lagi overthingking kan?. Gimana nih kalau 2030 pekerjaan kita bakal digantikan sama AI?. Pertanyaan itu makin sering muncul seiring perkembangan teknologi yang makin gila gilaan. Hampir setiap hari kita lihat berita “Eh AI udah bisa edit foto lho. Gak perlu foto studio lagi” atau “Ah itu gampang edit poster, nyuruh AI aja” atau kalau mau menulis caption juga sisa nyuruh AI aja yang kerjain. AI bisa desain, nulis artikel,ngoding sampai buat video hanya dalam hitungan menit. 

Nggak heran kan kalau saat ini banyak gen z yang mulai khawatir sama masa depan karier mereka. Bayangkan kita sudah menghabiskan waktu bertahun tahun buat belajar mulai dari SD, SMP, SMA, kuliah S1 bahkan ada juga yang lanjut sampai S2 untuk menggeluti bidang yang kita minati itu. Terus tiba tiba muncul teknologi yang katanya bisa mengerjakan semuanya lebih cepat, lebih mudah dan tentu lebih murah. 

Siapa yang nggak Overthingking ya kan? 

Tapi Tenang, Kalau kamu merasa artikel ini cocok dengan kekhawatiran kamu, yuk simak artikal ini lebih dalam biar kamu bisa fokus mengembangkan keterampilan yang membuat kita tetap relevan di era digital.

Lima Pekerjaan yang diprediksi sulit digantikan oleh AI

Gak usah panik dan tetap tenang. Masih banyak kok pekerjaan manusia yang tetap bertahan dan sulit digantikan oleh AI sebab AI hanya jago dalam mengolah data, mencari pola dan mengerjakan tugas berulang. Beda banget dengan manusia yang punya empati, kreativitas dan kemampuan membangun hubungan. Berikut lima pekerjaan yang diprediksi sulit digantikan oleh AI.

1. Pengacara & Hakim

Dua pekerjaan ini kedengarannya simpel, kedengarannya ya bisa aja di tahun kedepan digantikan AI. Padahal nyatanya dua pekerjaan ini butuh analisis yang kompleks, negosisasi dan strategi yang kuat dan tepat. Emang AI bisa tentuin mana hukum yang adil buat narapidana? AI tidak punya perasaan dan tidak paham seberapa besar tingkat kesalahan narapidana. Menentukan hukuman yang sesuai dengan tindakan bukan hanya dipengaruhi oleh undang undang tetapi juga ada sejumlah faktor manusiawai. Begitupun juga pada opsi pengacara, job pengacara membutuhkan keterampilan khusus untuk berargumen demi membela kliennya di pengadilan. Pengacara harus mampu meyakinkan hakim melalui pendekatan manusiawi yang tidak bisa direplikasi oleh algoritma. 

2.Ahli Bedah & Tenaga Kesehatan

Emang bisa AI yang operasi tubuh manusia? Ya gak bisa dong. AI dipakai oleh tim kesehatan saat ini hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk menganalisis gambar media, mengelola RME dan membantu penyusunan skrining awal. Kenapa AI gak bisa gantiin full tugas tenaga kesehatan/ Jawabannya simpel, tubuh tiap manusia itu beda beda banget,. Dokter harus bisa memadukan sains, intuisi dan pengalaman bertahum tahun untuk membuat keputusan medis yang menyangkut nyawa manusia. Ditambah lagi ada beberapa pemeriksaan fisik dasar seperti meraba hingga tindakan bedah yang halus, itu semuanya butuh kepekaan sentuhan yang tidak bisa ditiru mesin.

3. Psikologi & Psikiater

Harus punya hati dan emosional kalau mau memegang tanggung jawab dua pekerjaan ini dan AI gak punya kedua hal itu. Porfesi ini membutuhkan peran yang melibatkan dukungan untuk kesehatan mental, terapi, konseling dan bagaimana bisa memahami emosi manusia. Memahami bagaimana semua masalah manusia itu dan berusaha untuk menyembuhkan luka itu serta beradaptasi sama tingkat kesehatan mental tiap manusia. Ini bukan pekerjaan berulang seperti yang bisa dikerjakan AI, ini adalah pekerjaan dengan case yang terus berbeda beda, ada kok pola yang mirip tetapi tidak sama antar manusia satu dengan yang lain

4. Guru

    Bener sih AI banyak dipakai di bidang pendidikan tetapi itu tidak berarti AI bisa menjadi guru untuk anak sekolah atau mahasiswa. Mengajar bukan hanya sekedar transfer ilmu tetapi juga membaca suasana kelas, memotivasi siswa yang kesulitan, menyusun struktur belajar agar siswa bisa paham serta memberikan contoh sederhana dari hal kecil untuk membuat mereka paham pelajaran yang sulit. Siswa membutuhkan bimbingan personal dan emosional yang mendukung tumbuh kembang anak.

    5. Konsultan Bisnis

      Salah satu pekerjaan yang juga tidak bisa digantikan AI adalah konsultan bisnis sebab AI tidak mampu menggantikan keahlian manusia, empati, intuisi dan pengalaman nyata seorang konsultan dalam menghadapi bagaimana dinamika pasar itu berkembang. AI tidak paham bagaima habit konsumen itu bisa diubah jadi peluang bisnis atau jadi customer relationship perusahaan ke konsumen. AI mungkin bisa menyajikan data analitik namun konsultan bisnis yang akan mengolahnya dan membuat keputusan berdasarkan data tersebut.

      Jadi daripada kamu takut soal AI, mending kamu mulai fokus mengembangkan kemampuan yang tidak bisa digantikan mesin. 



      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Search

      About

      SeputarGenz.id adalah media digital buat anak muda yang pengen tetap update soal tren, lifestyle, teknologi, hiburan, edukasi, sampai topik yang lagi rame dibahas Gen Z.

      Kontennya dikemas dengan bahasa yang santai, relate, dan gampang dipahami, jadi nggak berasa kayak baca berita yang terlalu formal. Cocok buat kamu yang suka cari informasi, inspirasi, dan insight baru seputar dunia anak muda masa kini.

      Tags

      Gallery