Siapa sih yang gak kenal sama karakter Spider-Man? Semua kalangan baik anak-anak, remaja, orang dewasa sampai lansia pun pasti udah familiar banget sama superhero yang satu ini. Dengan konstum merah-birunya, kemampuan memanjat dinding dan jaring laba-laba nya yang selalu menjadi ciri khasnya, Spider-Man selalu berhasil mencuri perhatian. Bahkan gak sedikit dari mereka, yang menjadikan Spider-Man sebagai sosok favorit mereka yang patut dijadikan teladan dalam kehidupan nyata.
Spider-Man punya sesuatu yang membuatnya berbeda dari superhero lain yang identik dengan kekayaan dan kemewahan, seperti Iron Man atau Batman. Spidermen tuh hanya seorang remaja biasa yang harus menghadapi berbagai masalah sehari hari mulai dari urusan perkuliahan, pertemanan, keluarga, hingga kehidupan pribadi. Meski begitu, di tengah berbagai masalah yang dihadapinya, ia tetap memilih untuk membantu dan melindungi orang lain, bahkan ketika dirinya sendiri juga sedang berada dalam kesulitan.
Kisah hidup Spider-Man bukan hanya menjadi superhero tetapi juga mengajarkan bagaimana tanggung jawab, kehilangan, keberanian dan menjadi penolong orang banyak. Nah, buat kamu yang selama ini cuma nikmatin Spider-Man sebagai hiburan saja, mungkin sudah waktunya kamu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yuk simak artikel ini lebih dalam biar kamu bisa menjadi The Next Spider-Man lho!
Tiga Pelajaran Hidup dari Film Spider- Man!
Menjadi superhero yang punya kekuatan jaring laba-laba mungkin tedengar mustahil bagi kita Tapi bukankah menjadi penolong bagi orang orang di sekitar kita saat mereka sedang kesusahan juga merupakan sebuah kekuatan? Kamu bisa menjadi Spider-Man di dunia nyata tanpa harus punya kekuatan super yang gak mungkin dimiliki manusia. Karena menjadi superhero ternyata bukan hanya seberapa hebat kekuatan yang kita punya tetapi bagaimana kita menggunakannya untuk membantu orang lain. Maka dari itu berikut tiga pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari sosok spider-man
1. Tetap menjadi penolong di situasi apapun
Peter parker baru saja kehilangan dua sahabat terbaiknya, bahkan semua orang yang pernah jadi bagian besar dari hidupnya. Tetapi apakah peter parker juga ikut menyerah ?Jawabannya tidak, ia tetap bangkit kembali dan memilih membantu orang lain. Karakter peter parker mengajarkan bahwa dalam hidup ini, wajar untuk merasa sedih atas kehilangan orang yang pernah menjadi bagian terbesar dalam hidup tetapi bangkit kembali dan menjalani hidup itu adalah kewajiban. Meski dunia jahat pada peter parker, tetapi ia tetap memilih untuk melawan kejahatan dan melindungi warga kota.
2. Musuh dijadikan teman
Di flim terbarunya. Spider-Man dihadapkan dengan musuh-nya yang punya kekuatan super lebih hebat dari dia. Sosok ini merupakan sosok telepati misterius yang mamu mengendalikan pikiran orang lain. Sepanjang film, sosok ini terus meneror mental peter secara brutal dan menyebabkan banyak kekacauan. Namun kemudian peter mengetahui bahwa ternyata ia dan sosok ini sebenarnya sama sama terluka dengan jahatnya dunia. Keduanya sama sama terluka. Bedanya, mereka memilih jalan yang berbeda. Di akhir film, peter mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan sosok ini dari serbuan Damage Control.
Dari sini kita bisa belajar bahwa seseorang yang kita anggap musuh belum tentu sepenuhnya jahat. Bisa saja, mereka sedang menghadapi luka dan masalah yang tidak pernah kita ketahui. Karena pada akhirnya, nggak semua musuh harus dikalahkan. Ada kalanya, kita harus pahami mereka.
3. Sehebat apapun seseorang, dia pasti membutuhkan orang lain
Sosok Jean Grey, musuh terbesar Spider-Man yang dikenal dengan kekuatan super berupa telepati dan telekiness. Dia mempunya kemampuan unik untuk membajak serta mengendalikan tubuh orang lain. Punya kekuatan hebat sekalipun belum tentu bisa menyelamaykan nyawanya dari entitas Phoenix Force. Dia tetap membutuhkan bantuan dari orang lain. Dari film ini kita bisa belajar bahwa sehebat apapun kemampuan seseorang, di suatu waktu ia tetap membutuhkan pertolongan orang lain. Sebab pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna, semua punya kekurangan dan kelebihannya masing masing dan kita sebagai makhluk sosial memliki kewajiban untuk membantu sesama yang membutuhkan.












