Gen Z tuh kalau lihat blind box seperti lihat harta karun yang penuh harapan. Begitu lihat deretan blind box di toko, mata mereka tuh langsung berbinar binar sambil nebak nebak isi di dalamnya. Kotaknya diguncang gundang sambil ditempel ke telinga, bahkan diraba raba sambil berharap, “ Semoga dapat karakter favoritku.” Padahal lucunya mereka rela keluar uang yang cukup mahal hanya untuk sesuatu yang isinya masih misteri.
Misteri misteri kecil beginilah yang membuat mereka penasaran sekaligus deg degan saat membuka kotak, dan harapannya mereka mendapatkan karakter yang mereka mau. Hal receh begini membuat unboxing blind box terasa seru dan bikin ketagihan. Bahkan sebagian besar dari mereka bakal beli berulang kali untuk dapatin blindbox versi yang mereka inginkan. Kalau dilihat sama gen milenial udah pasti dibilangin “Ngapain sih beli beginian? Buang buang duit aja”. Tapi emang beneran buang duit? Atau ada pengalaman emosional didalamnya?
Kalau kamu gen Z yang ngerasa relate sama blind box, yuk simak artikel ini lebih dalam! Kita bakal kupas bagaimana blind box bisa begitu populer, alasan orang bisa ketagihan, sampai sisi positif dan negatif dari tren yang satu ini.

Gara- Gara Neng Lilis Nih!
Awal mula Blind box mendadak viral hingga masih menjadi tren global saat ini tuh setelah anggota Blackpink, Lisa mengunggah foto dirinya yang sedang memeluk boneka tersebut di Ig Storynya, unggahan ini membuat para fans langsung heboh dan penasaran “Boneka apa sih itu?” Dari situlah nama labubu mulai viral dimana mana, labubu sendiri karakter monster kecil dengan senyum bergigi menyeramkan tetapi terlihat lucu dan menggemaskan. Desainnya tuh untik beda dengan boneka lucu biasa.
Sejak munculnya karakter labubu ini, blind box makin booming di berbagai negara termasuk di indonesia. Gen Z tuh mulai rela datang ke store terdekat cuma buat berburu satu karakter incaran mereka. Bahkan ada yang rela antre panjang, jastip ke luar negeri untuk dapatin versi aslinya, dan berkali kali beli ulamg untuk mendapatkan versi yang mereka mau. Kalau kalian pikir maksudnya blind box tuh seputar labubu doang, gak dong. Blind box tuh dibuat dengan berbagai macam karakter mulai dari baby three, mochiko & lila Zoo, karakter sanrio dan karakter disney & pixar seperti mickey mouse. Semuanya tuh dikemas dalam bentuk kotak tersegel yang isi dalamnya dirahasiakan.
Kalau dulu saat beli boneka kita tuh pasti tahu barang apa yang kita dapatkan, tetapi kalau blind box ini tuh beda soalnya pembeli tuh cuma tau teman koleksinya saja tetapi gak tau karakter mana yang bakal mereka dapatkan sampai kotaknya dibuka. Makanya banyak orang yang sebelum beli tuh suka guncang sambil menimbang nimbang beratnya bahkan ada juga yang sampai searching “cara tahu isi blind box”. Ya, walaupun sebenarnya ujung ujungnya sih tetap random juga.
Fenomena ini juga ada pengaruh besar dari fomo dan menjadi bagian dari lifestyle Gen Z.. Konten unboxing blind box tuh mulai bermunculan, dibuatin tuh video asmr unboxing karakter yang aku mau. Konten ini Fyp dan akhirnya membuat semua gen Z tuh fomo buat nyobain. Unboxing blind box sekarang menjadi salah satu konten yang paling sering muncuk di Tiktok dan Instagram karena ekspresi orang saat membuka kotaknya dianggap seru dan relatable banget.
Menyenangkan tapi tetap harus bisa kontrol diri!
Seru, menyenangkan,bantu obatin gen z setelah capek kuliah, kerja atau menghadapi tekanan hiduap sehari hari. Bahkan banyak gen z yang menganggap blind box tuh seperti obat inner child mereka soalnya dulu waktu kecil gen z senang dengan boneka atau gantungan kunci lucu tapi ga diijinin beli oleh orangtua. Nah sekarang konsep itu tuh hadir lagi dalam versi yang lebih estetik dan mengikuti tren anak muda masa kini.
Tetapi dibalik semua keseruannya muncul juga pertanyaan dari banyak orang : apakah blind box cuma hiburan lucu atau sebenarnya memang strategi marketing yang buat orang ketagihan belanja? Meski memang menyenangkan tetapi tren ini tanpa disadari juga memiliki sifat negatif dimana tak sedikit gen z yang akhirnya membeli berulang kali agar bisa mendapatkan barang yang mereka inginkan. Ditambah lagi biasanya ada karakter rare atau secret edition dengan peluang yang sangat kecil untuk didapatkan yang pada akhirnya disitulah banyak orang mulai sulit berhenti.
TIdak sedikit dari penggemar blind blox yang tanpa sadar sudah menghabiskan uang ratusan ribu sampai jutaan hanya demi melengekapi satu series koleksi. Makanya jangan sampai sesuatu yang awalnya cuma hiburan malah berubah menjadi kebiasaan konsumtif yang akhirnya buat dompet menangis di akhir bulan. Membeli blind box sesekali tuh tidak masalah, hitungannya sebagai self reward buat para gen z tetapi harus tau batasan diri dan jangan jadi implusive buying. Kita harus tetap bisa menikmati tanpa kehiangan kontrol diri.
Buat Kamu Para Gen Z yang demen sama blind box, Yuk tahu batasan diri dan jangan membeli hanya karena ikut ikutan tren ya!












