Setiap gen Z saat ini pasti pernah begadang, bahkan ada yang menjadikannya sebagai kebiasaan rutin yang tidak bisa diubah hanya karena beberapa alasan. Mulai dari tontonan drakor kesukaan terlalu asyik sampai-sampai rasanya tidak sabar buat nunggu besok untuk lanjut lagi. Hingga akhirnya, mutusin buat begadang demi marathon drakor kesukaan hingga habis. Atau begadang demi kepentingan lainnya seperti mengerjakan tugas kuliah menumpuk dari dosen hingga semalaman suntuk. Rasanyasemua hal ini telah menjadi hal yang dinormalisasi bahkan dianggap sebagai ‘tren’ yang rasanya kurang afdol kalau tidak ikutin juga. Berbagai konten-konten di media sosial turut berkontribusi dalam peningkatan popularitas begadang, khususnya di kalangan gen Z. Postingan demi postingan seolah ‘mengagung-agungkan’ tren begadang seolah-olah itu normal dan keren. Dampaknya begadang menjadi sesuatu yang diromantisasi dan dianggap wajar di kalangan generasi muda seperti gen Z. 

Namun, di balik serunya marathon drakor atau ambisi ngerjain tugas sampai subuh yang dianggap keren itu, ada harga mahal yang diam-diam harus dibayar oleh tubuh kita. Fenomena yang sudah terlanjur dinormalisasi ini sebenarnya adalah red flag besar bagi kesehatan fisik dan mental remaja. Alih-alih bikin kita terlihat produktif atau slay, kebiasaan melek sampai pagi justru memicu kerusakan sistem pada tubuh; mulai dari metabolisme yang jadi chaos, imun yang makin rapuh, sampai kesehatan mental yang kena hit duluan lewat rasa cemas dan fokus yang sering loading lama. Kalau kebiasaan self-destruction berkedok tren ini terus dipertahankan, jangan kaget kalau nantinya tubuh kamu malah breakdown sebelum waktunya karena dipaksa berfungsi di luar batas normalnya. 

Nggak cuma bikin imun gampang tumbang, efek begadang juga beneran bisa bikin penampilan kamu jadi nggak oke banget. Bayangin, gara-gara kurang tidur, muka jadi kelihatan kusam dan kantung mata makin item, yang jelas bikin tingkat kepercayaan diri langsung merosot. Belum lagi urusan otak yang jadi sering lemot pas lagi diajak mikir; rasanya pikiran gampang macet dan susah fokus meskipun sudah dipicu kopi berkali-kali. Badan yang capek tapi dipaksa melek terus ini lama-lama bakal kerasa ‘rontok’ dan nggak seimbang lagi buat diajak beraktivitas seharian. Kalau tanda-tanda ini sudah mulai muncul, sebenarnya itu kode keras dari tubuh kalau kebiasaan ini beneran merusak diri sendiri dan nggak ada keren-kerennya sama sekali.

Lebih lanjut, begadang hingga pagi juga berpengaruh ke keadaan mental seseorang, lho. Kalau ngomongin soal mental, pengaruh begadang ke mood itu beneran nggak main-main. Pernah nggak ngerasa tiba-tiba gampang baper, gampang tersinggung, atau malah marah-marah nggak jelas cuma gara-gara hal sepele? Itu sebenarnya kode dari otak kamu yang sudah kecapekan buat mengatur emosi karena nggak dapet waktu istirahat yang cukup. Bukannya bikin tenang, kebiasaan melek sampai subuh ini justru sering banget jadi pintu masuk buat overthinking yang nggak ada habisnya, yang ujung-ujungnya bikin kamu merasa cemas atau stres sendiri padahal dunianya lagi baik-baik saja. Kalau kondisi emosi yang nggak stabil ini dibiarkan terus-terusan, lama-lama kamu bakal merasa cepat capek secara mental atau burnout parah, yang bikin hari-hari kamu jadi terasa jauh lebih berat dari yang seharusnya. 

Nggak cuma merugikan diri sendiri, efek domino dari kelelahan mental ini akhirnya juga bakal berimbas ke orang-orang di sekitarmu. Hubungan sama teman, keluarga, atau pasangan bisa ikut kena getahnya gara-gara kamu yang jadi gampang marah atau malah memilih menarik diri karena terlalu malas bersosialisasi. Belum lagi urusan produktivitas; kerjaan atau tugas kampus yang biasanya bisa diselesaikan dengan gampang, tiba-tiba terasa kayak beban raksasa karena otak sudah kehilangan daya fokusnya. Jadi, sebelum siklus beracun ini makin merenggut kewarasan dan kebahagiaan harianmu, yuk mulai belajar sayang sama diri sendiri. Kurang-kurangin deh scrolling media sosial atau maraton series sampai ayam berkokok, dan mulai kasih otak serta tubuhmu hak istirahat yang memang pantas mereka dapatkan. 

Oleh karena itu, belajar time management untuk memperbaiki pola dan kualitas tidurmu. Kebut kerja tugas atau nonton film kesukaan sih boleh-boleh aja. Tapi, perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup. Jika mata sudah terasa lelah, istirahatlah dengan jalan-jalan sebentar melihat pemandangan di luar ruangan. Tetapkan batas waktu aktivitas saat malam hari demi mendapatkan waktu istirahat yang cukup buat tubuh kamu. Istirahatkan tubuhmu, selamatkan mentalmu; tidur cukup adalah investasi terbaik untuk bahagiamu di hari depan. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

About

SeputarGenz.id adalah media digital buat anak muda yang pengen tetap update soal tren, lifestyle, teknologi, hiburan, edukasi, sampai topik yang lagi rame dibahas Gen Z.

Kontennya dikemas dengan bahasa yang santai, relate, dan gampang dipahami, jadi nggak berasa kayak baca berita yang terlalu formal. Cocok buat kamu yang suka cari informasi, inspirasi, dan insight baru seputar dunia anak muda masa kini.

Tags

Gallery